• Knowledge is power

    Sir Francis Bacon was the first person attributed to the phrase "Knowledge is Power'. It dates back to 1597 when he published the maxim in his book, "Meditationes Sacrae and Human Philosophy'.

  • The best way to predict the future is to invent it.

    Alan Kay (1971) attributed to this pharase at a 1971 meeting of PARC, a research and development company in Palo Alto, California, with a distinguished reputation for its contributions to information technology and hardware systems.

  • E = mc²

    The equation E = mc², in which energy is put equal to mass, multiplied by the square of the velocity of light, showed that very small amounts of mass may be converted into a very large amount of energy and vice versa. The mass and energy were in fact equivalent. Albert Einstein in Atomic Physics (1948).

  • The power of communication

    The power of communication of thoughts and opinions is the gift of God, and the freedom of it is the source of all science, the first fruits and the ultimate happiness of society; and therefore it seems to follow, that human laws ought not to interpose, nay, cannot interpose, to prevent the communication of sentiments and opinions in voluntary assemblies of men. Eyre, L.C.J., Hardy's Case (1794), 24 How. St. Tr. 206; reported in James William Norton-Kyshe, The Dictionary of Legal Quotations (1904), p. 99.

  • Don’t ever forget the history!

    Soekarno, speech at Independence Day August 17, 1961 his last quotes before his downfall.

Wednesday, November 12, 2014

Cara Menunjukan Presentase Baterai di Android KitKat

Hari ini saya mencoba mengupgrade android saya (Galaxy S Advance) menggunakan Carbon Rom KitKat. Karena saya sudah melakukan root dan sebelumnya juga menggunakan costum rom (Light JB), maka prosesnya tidaklah terlalu rumit.

Setelah selesai melakukan upgrade, ternyata saya baru sadar bahwa ada 1 fitur android Jelly Bean yang saya tidak temukan, yaitu menampilkan angka presentase dari baterai. *Edit 14/11/14, setelah saya mencoba mengutak-atik android saya hari ini, ternyata opsi untuk mengubah display battery sudah disediakan oleh Carbon KitKat, bahkan opsinya sangat bagus.

Perbandingan dari screenshot, kiri saat masih menggunakan LightJB, dan kanan dengan Carbon KitKat

Sayapun lalu mencoba mencari tahu, apakah fitur ini memang benar-benar tidak ada di KitKat. Ternyata Google sudah membuat fitur ini, tapi sampai dengan versi ini, fitur ini masih belum sempurna sehingga masih disembunyikan. Permasalahannya adalah apabila diaktifkan, angka presentase dari sisa tenaga baterai berada di dalam gambar baterai, berbeda dengan versi Jelly Bean, dimana angka presentase ada di sebelah kiri gambar baterai. 

Adapun untuk mengaktifkannya terdapat 2 buah cara:
  1. Menggunakan Aplikasi“Percent Enabler”. Aplikasi ini bisa diunduh langsung di google play, dan bisa langsung diaktifkan dengan mudah disana.   
  2. Menggunakan "ADB Command". Untuk bisa mengaktifkan dengan cara ini anda membutuhkan emulator terminal (command prompt di Linux). Carilah Android Terminal Emulator di Google Play dan selanjutnya masukan command ADB shell content insert – URL content://settings/system – bind name:s:status_bar_show_battery_percent – bind value:i:1
 
Aplikasi Percent Enabler di Google Play

 
Aplikasi Terminal Emulator di Google Play



Begitulah kira-kira tips yang saya temukan hari ini. Semoga bermanfaat dan bisa membantu orang-orang yang membutuhkan informasi ini.


NB: Saat membuat artikel blog ini, saya juga menemukan hal yang baru, biasanya sewaktu di JB, untuk mengambil screenshot di android kita menekan tombol home+power, tapi di KitKat ini ternyata sudah berubah menjadi tombol volume down+power :D

Share:

11 November, Armistice Day & 10 November, Hari Pahlawan

Tanggal 11 November adalah Armistice Day, yang merupakan salah satu hari yang dirayakan di negara barat seperti Belgia, Perancis dan Serbia. Hari ini ditujukan untuk memperingati perjanjian damai antara Jerman dan Sekutu yang mengakhiri Perang Dunia ke I. Walaupun secara final, perang dunia pertama berakhir oleh perjanjian Versailes pada tanggal 28 Juni 1919. Tapi tanggal 11 November 1918 adalah perjanjian awal untuk mengakhiri kontak senjata di medan perang.

Pertemuan antara sekutu dan Jerman yang berkahir pada perjanjian genjatan senjata. Gambar diambil dari wikipedia.
 
Sejak berakhirnya Perang Dunia Pertama, hari ini diperingati oleh banyak negara yang terlibat didalamnya, Amerika Serikat juga merayakannya, tapi sejak tahun 1954 menganti sebutan Armistice Day menjadi Veteran Day, yang membuat hari ini tidak hanya sekedar peringatan akan berakhirnya Perang Dunia ke 1, tetapi juga menjadi peringatan untuk veteran perang Amerika Serikat pada umumnya. 

Barack Obama pada perayaan Veteran Day di Arlington National Cementary. Foto diambil dari:
http://photo.liputan6.com/


Di Inggris dan negara-negara bekas koloninya, hari ini disebut sebagai  Remembrance Day, dan memiliki arti yang sama yaitu peringatan akan berakhirnya Perang Dunia Pertama.

Karangan Bunga pada perayaan Remembrance Day pada Tugu Cenotaph di Whitehall, London. Foto dari http://www.thetimes.co.uk/

Saya mengangkat topik ini karena saya merasa agak unik mengingat peringatan akan pahlawan dan perang di Indonesia dirayakan dengan Hari Pahlawan yang terjadi 1 hari sebelumnya, yaitu 10 November. Walaupun Hari Pahlawan memiliki latar belakang yang berbeda, yaitu Pertempuran Surabaya (Battle of Surabaya), tetapi saya merasa tujuan dari perayaan itu sama yaitu untuk memperingati keberanian dan pengorbanan pahlawan dalam pertempuran besar.

Foto perayaan Hari Pahlawan. Foto diambil dari www.idjoel.com

Semoga jasa-jasa para pahlawan tidak pernah kita lupakan dan pengorbanan mereka selalu kita kenang. Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya.

Share:

Tuesday, November 11, 2014

Produk Samsung Selanjutnya, Galaxy Core Max

Galaxy Core adalah seri smartphone android pintar dari Samsung. Setelah muncul pertama kali pada May 2013 (I8262), seri ini terbukti cukup diterima dan disukai oleh para pengguna smartphone. Berbekal processor dual-core dan juga memiliki fasilitas dual-sim card, membuatnya mencuri perhatian para pengguna, apalagi seperti di Indonesia, dimana sangat umum ditemui orang yang menggunakan lebih dari 1 provider jaringan telekomunikasi.

Galaxy Core  (gambar dari gsmarena.com)


Seri Core dilanjutkan oleh Galaxy Core II yang dirilis pada Juni 2014. Namun ternyata berbeda dari ekspektasi saya, Core II bukanlah upgrade sesungguhnya dari Core yang pertama, walaupun processornya naik dari Dual-core 1.2GHz ke Quad Core 1,2 GHz tapi terdapat penurunan spesifikasi yang cukup terlihat, seperti pada kapasitas memory, dari 8 GB internal dan 1 GB RAM menjadi 4 GB, 768 MB RAM. Padahal kita tahu sebagai turunan dari Linux, OS Android membutuhkan kapasitas RAM dan juga penyimpanan internal untuk aplikasi yang lapang dan mumpuni.

Galaxy Core II (gambar dari gsmarena.com)

Namun jangan risau, saya mendengar berita bahwa Samsung akan segera mengeluarkan seri Core terbaru yaitu Galaxy Core Max, dan melihat dari spesifikasi yang tertulis disana, ada kemungkinan ini adalah upgrade sejati untuk seri Galaxy Core. 

Spesifikasi:
Processor :  1.2GHz quad-core CPU
Memory   :  1GB dengan 8GB kapasitar internal memori
Layar      :  4.8” Super AMOLED dengan qHD resolution (960 x 540 pixels)
Baterai    :  2,200mAh
Kamera   : 8MP kamera belakang dan 5MP kamera depan

Melihat spek diatas memang lebih baik daripada Core II, walaupun soal memori masih sama dengan Core pertama, tapi peningkatan kamera sepertinya mengikuti jaman, dimana selfie menjadi kegiatan yang digandrungi oleh pengguna ponsel pintar.

Galaxy Core Max (gambar dari gsmarena.com)
Mari kita tunggu kehadiran Galaxy Core Max di Indonesia, dan semoga kehadirannya bisa memuaskan kebutuhan masyarakat akan sebuah generasi handphone pintar yang baru.

Pranala luar:


Share:

Welcome to my blog